thoughts on the appetizing food scene of Jogja

Archive for the ‘Chinese’ Category

Best Noodles in Town!!

In Chinese on October 20, 2011 at 3:25 pm

Akhirnya setelah sekian lama kembali melakukan posting! (Padahal niatnya pengen test app wordpress for blackberry). Posting pertama setelah hiatus sekian lama saya dedikasikan untuk Mie Medan R.M. Tower. Saya kira judulnya cukup menjelaskan kesan saya terhadap tempat mie medan di sini.

Yes, THE best.

Call me crazy, tapi dengan panasnya kota Jogja akhir-akhir ini, saya justru semakin sering ke sini, menyantap mie yang disajikan dengan kuah maha gurih super panas berisi satu potong pangsit dan ditaburi daun bawang. Mie nya sendiri sangat kenyal dengan daging ayam cincang dan potongan ayam cha siu. Saya bisa saja mendeskripsikan mie ini dengan catch phrase super ambigu ‘mak nyusss’ seperti si bapak yang sering muncul di TV, tapi untuk print sepertinya kurang dramatis. So please let me end this post by saying, the noodles are freakin’ amazing!!!

Note: please use your culinary discretion, saya yakin ini dibuat dengan ayam sepenuhnya, tapi karena berbagai hal, untuk antisipasi saya kategorikan ini sebagai abu-abu

Advertisements

Snack Alert: Shihlin !

In Chinese on November 27, 2010 at 3:49 pm

Beberapa hari terakhir ketika melewati pertigaan Colombo saya selalu melihat baliho besar berisi promo salah satu penjual makanan baru yang ada di food court Ambarukmo Plaza. Namanya Shihlin. Dari yang saya baca di baliho tersebut, Shihlin ini menawarkan Taiwan street food. Seperti yang biasa saya lakukan setelah melihat iklan makanan yang menyolok mata dengan promo potongan harga, saya langsung menuju ke sana.

Seperti penjaja makanan di foodcourt Ambarukmo Plaza lainnya, Shishin menempati salah satu counter kecil di pojokan. Counter nya didominasi oleh warna merah dan tulisan nya memiliki sedikit aksen orientalis. Menu-menu yang ditawarkan menurut saya lebih seperti semi-snack dibandingkan dengan main course. Kawan saya Bimo yang sebelumnya sudah pernah mencoba di Jakarta menyarankan untuk memesan XXL Crispy Chicken yaitu dada ayam goreng tepung yang crispy ditaburi dengan bumbu khas Shihlin. Namun berhubung saya lapar, maka saya memesan versi rice box nya yang mereka sebut dengan ‘happy rice box’, yaitu nasi dengan beberapa potong crispy chicken ditambah dengan cold-tofu yang ditaburi century egg. Sedangkan kawan saya Geri memesan tempura rice box. 2 menu rice box ini yang terpampang di promo mereka. Read the rest of this entry »

Nasi Goreng & Bakmi Pasar Pathuk

In Chinese on November 6, 2010 at 8:43 am

Saya termasuk salah satu penggila bakmi, terutama bihun. Menurut saya bihun selalu lebih aman dibandingkan dengan mi karena teksturnya yang sedikit lebih renyah sehingga tidak mudah untuk dimasak terlalu matang dan menjadi lembek. Kadang yang paling menyebalkan ketika mencoba sebuah warung mi di pinggir jalan adalah ketika mi yang digunakan berupa mi kuning tebal yang menurut saya tekstur dan rasanya mirip karet sandal. Tetapi entah itu mi, bihun, ataupun nasi, yang menjadi kunci tetaplah bumbu yang digunakan untuk menghasilkan rasa.

Sering kali saya pesimis ketika diajak makan di warung bakmi, karena hampir semua warung bakmi –entah yang memiliki embel-embel ‘Surabaya’, ‘Bandung’, ‘Jakarta’ ataupun embel-embel lainnya- biasanya ya mi dengan bumbu dan aroma yang itu-itu saja. Tapi menurut dua orang kawan saya, dan dari apa yang saya baca, warung bakmi depan Pasar Pathuk memiliki keistimewaan tersendiri. Dan akhirnya pun malam itu kami ke sana.

Read the rest of this entry »

Unnecessary Battle of the Dim Sum

In Chinese on November 3, 2010 at 8:58 am

Jadi waktu itu pagi hari setelah ujian yang cukup melelahkan. Karena ingin mencari hiburan maka saya memutuskan untuk mencari sarapan yang sedikit berbeda dari biasanya. Dim Sum.

Masih memendam rasa penasaran pada sebuah rumah makan cina yang menjual dim sum di dekat jalan Godean yang saya putuskan untuk tidak menyebutkan namanya saja -nanti anda akan tahu kenapa- maka akhirnya saya mengajak Bimo untuk sarapan di sana. Saya selalu penasaran dengan rumah makan itu hingga saat ini karena dekornya merah menyolok sehingga saya memperoleh impresi bahwa kualitas masakan nya akan otentik cina. Begitu sampai kami langsung memesan bebek hongkong, siu may, ha kau, dan kaki ayam.

etalase bebek (dan Bimo)

decor rumah makan X

Read the rest of this entry »

Old-school Sun Kie

In Chinese on November 1, 2010 at 2:40 pm

Pertama-tama mungkin sebaiknya saya sedikit bercerita. Meskipun banyak yang bilang saya memiliki darah cina, sayangnya saya tidak dibesarkan dengan budayanya. Lagipula saya belum hidup cukup lama. Sehingga, sebenarnya saya orang yang tidak memiliki kualifikasi untuk menilai sebuah restoran cina otentik atau tidak. Tetapi setiap aspek dari rumah makan yang terletak di daerah Sayidan ini begitu old-school, klasik; satu langkah ke dalam, tengok sekitar, dan lihat menu. Seluruh panca indra saya seolah tidak bisa mengelak bahwa Sun Kie adalah rumah makan cina dengan nuansa yang sangat otentik.

Bimo Sujatmoko

Featured guest kali ini adalah Bimo Sujatmoko. Kawan saya ini saya anggap sebagai biangnya chinese food (tanya kenapa? Haha). Setiap kali ada perbincangan mengenai masakan cina, Bimo sering kali menyebutkan nama Sun Kie. Menurut Bimo, Sun Kie tidak kalah enaknya –atau bahkan lebih enak- dari rumah makan yang juga menyajikan masakan cina otentik, Lie Djong. Karena sudah lama penasaran, maka Read the rest of this entry »