thoughts on the appetizing food scene of Jogja

Gudeg Sagan: Kering Atau Basah?

In Jowo on November 24, 2011 at 10:39 pm

Saya bingung sebenarnya, gudeg yang basah itu seperti apa, dan yang kering seperti apa? Dulu saya sempat menduga bahwa status sebuah gedung bergantung pada tingkat kekeringan gudegnya (sayur nangka) itu sendiri. Tapi setelah dipikir-pikir, semua gudeg relatif kering. Yang membedakan adalah jenis dan jumlah areh nya. Areh adalah kuah santan yang biasa disiram di atas gudeg. Gudeg tertentu seperti Hj.Amad memakai areh yang super kental (kering) sehingga mirip sambal, dan gudeg seperti yang di atas, Gudeg Permata, memiliki kuah areh cair sehingga basah. Tapi ada juga yang ambigu seperti gudeg depan pom bensin gejayan yang ada areh + disiram kuah ayam, mirip dengan Gudeg Pawon.

Review kali ini tentang Gudeg Sagan. Enak. Saya termasuk pecinta gudeg bubur dan itu cukup susah dicari (yang enak). Yang membuat Gudeg Sagan enak menurut saya siraman areh yang super banyak. Gurih-manis. Ayam kampung nya super empuk, telur bebek nya juga enak, dan yang lebih mengangetkan adalah tempe nya, enak, apalagi kalau panas. Harganya bisa dibilang cukup mahal, tapi menurut saya yang membuat mahal adalah minumnya. Harga gudeg telur Rp7500 sebenarnya standar untuk gudeg yang sudah punya nama.

Pagi pecinta gudeg, highly recommended.

Advertisements
  1. selama ini gw pikir kering atau basah diliat dari kreceknya yan hahaha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

%d bloggers like this: