thoughts on the appetizing food scene of Jogja

Mau Susu Seharga Rp23500?

In Random on November 30, 2010 at 2:35 pm

Beberapa hari yang lalu saya memuji-muji Starbucks karena memberi saya Zen venti gratis.

Tapi kali ini saya belajar sesuatu dari Starbucks, suatu kejadian yang sukses membuat Saya ingin membalik salah satu peribahasa Indonesia yang paling tersohor menjadi karena susu setitik rusak nila sebelanga

Pada hari itu, berhubung sebelumnya Starbucks telah memberikan impresi yang baik, maka saya dan kawan saya memutuskan untuk mengerjakan tugas di sana lagi. Mencoba untuk menggunakan jurus yang sama -memesan Tazo Tea seharga 20rb lalu belajar/mengerjakan tugas di sana berjam-jam (cheap shit banget)- kali ini kemantapan saya dalam mengeluarkan jurus digoyahkan oleh employee Starbucks yang tiba-tiba mengeluarkan pertanyaan, “Pakai susu atau ngga?”

Akhirnya dinding tameng saya runtuh, saya pun ragu dan menjawab dengan “Eh, Pakai deh!”

Selang beberapa waktu, Bimo, yang pada hari itu menjadi Obama karena mem-bail out keadaan finasial saya yang terkena krisis, datang dengan tampang siap mengeluarkan jari tengah, karena tiba-tiba Chai Tazo tea saya berubah harganya menjadi Rp43.500!

Rp 4 3 . 5 0 0 ! ! !

Hanya bisa tertawa dan memasang muka bloon kebingungan, struk disodorkan ke muka saya oleh Bimo.

Dan ternyata, Chai tea saya berubah… menjadi Chai Latte. L A T T E. Lima huruf yang tiba-tiba muncul akibat saya memilih untuk menambahkan susu ke dalam segelas teh dan mengelevasi angka Rp20.000 menjadi lebih dari 2x lipat menjadi Rp43500. Saya tahu ini bagian dari strategi pricing Starbucks yang menyulap teh yang ditambah dengan susu menjadi substansi bernama latte lalu menjualnya dengan harga lebih dari 2x aslinya karena ada added value yang diberikan. Tapi come on! Susu seharga Rp23500?! W T F!

Saya terasa sedikit tertampar sekaligus bercampur rasa kagum akan strategi yang digunkan Starbucks. Ini bagaikan menambahkan banyak saus tomat ke dalam indomie lalu menjualnya sebagai spaghetti.

Whatever!

Yang jelas pelajaran yang saya dapat justru kalimat yang keluar dari kalimat Bimo setelah menertawakan kejadian ini untuk cukup lama,

“Udah, kalo miskin -miskin aja!”

Good point

Advertisements
  1. wah kirain susu mbak yang njaga

    *kabuuur

  2. jadi inget ‘kalo ga punya uang ga usah rekreasi mbak’
    ahahhahaha
    eh iya dong yaa jadi harga susunya 23500.gilaks!

  3. ALL HAIL BIMO! kalo miskin ya miskin aja! hahahahahaha!

  4. mungkin pelajaran bagi yang laen,lainkali perlu kroscek sama baristanya, kalo nambah susu harganya jadi berapa mbak?
    hahaha

  5. bravo bimooo!!

    km ngetehsusu di shijack aja dah yan, haghaghag
    =P

  6. salah satu teman saya pernah harus bayar 140.000 malah karena asal bilang iya waktu mbak starbucksnya bilang “mau pesan XX ga? our newcomer menu lho”
    akhirnya dia harus bayar pake debit.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: