thoughts on the appetizing food scene of Jogja

Hello Starbucks! Bye-bye toko donat

In Random on November 27, 2010 at 10:05 am

Biasanya tempat yang dijadikan langganan belajar saya dan kawan-kawan saya adalah toko donat yang ada di Jalan Kaliurang. Namun pada hari itu kami memutuskan untuk mencoba sesuatu yang beda. 3 orang mahasiswa bermuka the-have-nots ini mengunjungi kedai kopi di Ambarukmo Plaza yang menjual kopi seharga 50ribu per gelas. Ya, di Jogja, dengan harga 50rb per gelas. Apabila anda memiliki pra-duga bahwa kami adalah mahasiswa bourgeois yang nongkrong sembari meminum kopi seharga 50ribu per gelas, lupakan! Yang ada justru kami meributkan bagaimana caranya memperoleh satu gelas minuman gratis di depan counter Starbucks karena adanya promo yang memungkinkan hal tersebut apabila membeli satu minuman dan satu makanan.

Setelah ribut-ribut, akhirnya kami memesan salah satu dari pilihan Tazo Tea (yang harganya ‘hanya’ 20rb. go figure) yaitu Zen, serta satu potong apple pie. Dan kami memperoleh satu gelas Pepperermint Tazo Tea dengan ukuran yang sama. Gratis!

Lalu kami belajar. Bercanda. Mentabulasikan hasil survey. Membahas marketing plan. Lalu… *BRAK!* Ketika kawan saya Bimo berdiri kakinya terlilit kabel laptop. Alhasil teh-seharga-20rb kami jatuh ke lantai.

Berhubung kami mahasiswa the-have-nots, begitu cangkir itu tumpah yang sontak kami lakukan adalah membuat bercandaan semacam “Aduh, ga usah di-pel, sini gw jilat aja dari lantai” sambil terus tertawa dan bukannya memanggil employee Starbucks untuk segera mengepel lantainya. Bahkan setelah mas-mas Starbucks datang dan mengepel lantai kami terus melanjutkan bercandaan macam “Wah sayang tuh. Boleh minta air panas ga? Tea bags nya dipanasin lagi aja”.

Sampai-sampai mas-mas Starbucks nya ikut bercanda dan berkata, “Beli aja lagi mas” dengan wajah dan nada sedikit menyindir.

Setelah lantai kembali bersih kami pun melanjutkan kegiatan. Tiba-tiba mas-mas Starbucks kembali dan menanyakan minuman apa yang tumpah.

Selang beberapa menit, mas-mas bercelemek merah itu datang lagi dan berkata bahwa ganti minuman kami sudah dapat diambil di counter.

Diganti!!

(dan dengan cup plastik supaya tidak tumpah lagi. hahaha)

Saya harus mengakui bahwa gesture yang diberikan oleh Starbucks ini cukup mengesankan. Selain karena jatuhnya minuman adalah karena kesalahan kami, sebenarnya minuman tersebut sudah kami habiskan setengahnya. Ternyata meskipun Starbucks menjual minuman dengan harga super-mahal, tapi rasa dan servis yang diberikan bagi saya cukup setimpal. Zen Tea nya enak. Apple pie nya juga -meskipun sedikit berair. Dan yang pasti kami tidak pernah menduga minuman kami yang jatuh akan diganti dengan yang baru.

Kami pun kembali belajar dengan menikmati teh baru kami dengan sesekali memasang muka goblok sambil terus bercanda.

“Duh, celana ketumpahan air teh 20rb nih”

Hahaha. Anyway, Thanks Starbucks!

Advertisements
  1. mas2 starbucksnya tau kalo kalian yg numpahin??berarti tiap minum separo langsung tumpahin aja yaa.ahaha

  2. hahahha…. kapan2 tak coba caramu :):)

  3. HUAHAHAHA! sumpah gokil.
    dugaanku, kamu tetep aja ke toko donat lagi..kalo uda cukup tabungannya, bulan dpn baru nye-tar-buck lagi. hahaha.

  4. ian kamu mau aku kenalin sama supplier makanan2 starbucks ga? atau udah kenal? hihi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: