thoughts on the appetizing food scene of Jogja

Sate Goreng & Tongseng Kepala Kambing Pak Tris

In Jowo on November 8, 2010 at 7:09 pm

Sate goreng Pak Tris

Salah satu protein favorit saya adalah kambing. Saya hanya menyebut kambing tanpa embel-embel ‘daging’ di depannya karena saya memang tidak hanya suka daging nya saja. Jeroan kambing yang dijadikan gulai atau soto sulung menurut saya tidak kalah enaknya dengan daging kambing. Yang menjadi favorit saya juga adalah nasi goreng otak kambing Hj.Dakir di daerah Kuncen. Mantap! (semoga saya tidak mati muda). Tapi kali ini saya tidak akan membahas nasi goreng otak kambing. Yang ingin saya bahas adalah adalah sate kambing di sebuah warung di daerah Kronggahan, dekat terminal Jombor. Namanya sate kambing Pak Tris.

Siang itu Jogja masih berdebu. Saya dan kawan-kawan saya pergi untuk sedikit berbelanja logistik bagi saudara-saudara kami yang terpaksa mengungsi akibat peristiwa merapi. Dan sesuai dengan rencana awal, kami memutuskan untuk sedikit berwisata kuliner setelah berbelanja. Tadinya kami berniat makan mangut lele Mbah Marto di daerah Bantul, namun akibat kendala jarak yang terlampau jauh, saya mengusulkan untuk makan di sate Pak Tris yang tidak kalah enaknya.

warung sate Pak Tris

Yang menjadikan sate Pak Tris berbeda dengan sate pada umumnya adalah sate di warung ini disebut dengan istilah ‘sate goreng’. Bukan berarti sate lalu direndam minyak panas a la ayam goreng, namun sate di sini tidak dibakar. Sate tanpa ditusuk dimasak dalam wajan besar dengan kuah kental bumbu kecap. Sehingga sama sekali tidak ada asap dari bakaran arang yang biasa kita lihat di warung sate.

dapur warung sate Pak Tris

dapur warung sate Pak Tris

Waktu itu sekitar jam 2 siang. Dengan langkah bersemangat saya masuk ke dalam warung dan mengharapkan sate dan tongseng daging yang sudah terlebih dahulu dipensankan oleh teman saya. Karena sudah melewati jam makan siang ternyata tongseng dagingnya sudah habis. Akhirnya saya beralih pada tongseng lain yang masih ada, tongseng kepala kambing. Kami cukup beruntung karena masih kebagian sate kambing karena ternyata sate yang kami pesan adalah stok terakhir. Pengunjung-pengunjung setelah kami tidak kebagian sate sama sekali dan terpaksa (atau tidak) memesan tongseng ataupun gule kepala kambing.

Sate di sini menurut saya istimewa karena didominasi oleh rasa manis dari kecap dipadu dengan sedikit rasa gurih dan rasa dari merica. Sate ini pas bagi yang suka rasa masakan khas Jogja yang didominasi oleh rasa manis. Rasa tongsengnya juga enak. Lagi-lagi didominasi oleh rasa manis, tapi rasa manis tongseng tidak tajam seperti sate dan lebih gurih karena memakai dasar bumbu gule. Sebenarnya saya sedikit trauma dengan hidangan kepala kambing. Dulu saya pernah mencoba baceman kepala kambing di pasar Colombo; teksturnya kenyal dan berkali-kali lebih ‘prengus’ –istilah yang digunakan untuk mendeskripsikan aroma khas kambing oleh wong Jowo- dibandingkan dengan dagingnya. Ditambah lagi bagian hidung, telinga, dan lain-lain masih berbentuk apa adanya sebelum dipotong kecil-kecil dan digoreng. Rasa dari bumbu bacemnya juga kalah tajam dengan prengusnya kambing. Wah, pokoknya trauma! Tapi ternyata tongseng kepala kambing di warung Pak Tris cukup enak; bumbu nya tajam sehingga mampu menutupi rasa prengus, meskipun tetap jauh lebih prengus dibandingkan satenya. Dan bagian-bagian dari kepalanya sudah tidak terlihat lagi karena dipotong kecil-kecil dan diselimuti kuah tongseng yang pekat.

sate goreng

tongseng kepala kambing

Untuk satu porsi sate, tongseng, sepiring nasi, dan es teh, saya hanya perlu merogoh kocek sebesar Rp20.000. Sayangnya kawan-kawan saya merasa kurang puas dengan sate Pak Tris. Menurut mereka rasanya terlalu manis. Namun saya berpendapat berbeda dengan mereka. Menurut saya rasa manisnya pas, sedikit tajam, tapi menjadi tendangan yang menyenangkan di lidah. Sate Pak Tris bagi saya tetap salah satu sate yang paling enak di Jogja.

Advertisements
  1. Sing muni enak koq ming koe dw wakakaka….

  2. satenya maniiss banget…
    aku kebiasaan makan sate pak jogo ma pak sonto daerah rumahku, enak, googling aja, terkenal kok. jadinya pas ke pak tris krasa kemanisen buanget dan dagingnya lebih alot klo aku bilang.

  3. aku bar diweden2i soal kesehatan karo kancaku,,dadi mengurangi mangan sate kambing,,opo meneh otak kambiiiing.hahaha

  4. kalau yang tongseng aku udah sering…sate gorengnya maknyooss… gulai otaknya jugaa..hmmm

  5. ayoo,,slenget enthog enak,,tapi terakhir kesana rasanya tidak seperti aku pertama kesana..haha,,rodo berkurang piye ngono

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

%d bloggers like this: