thoughts on the appetizing food scene of Jogja

Unnecessary Battle of the Dim Sum

In Chinese on November 3, 2010 at 8:58 am

Jadi waktu itu pagi hari setelah ujian yang cukup melelahkan. Karena ingin mencari hiburan maka saya memutuskan untuk mencari sarapan yang sedikit berbeda dari biasanya. Dim Sum.

Masih memendam rasa penasaran pada sebuah rumah makan cina yang menjual dim sum di dekat jalan Godean yang saya putuskan untuk tidak menyebutkan namanya saja -nanti anda akan tahu kenapa- maka akhirnya saya mengajak Bimo untuk sarapan di sana. Saya selalu penasaran dengan rumah makan itu hingga saat ini karena dekornya merah menyolok sehingga saya memperoleh impresi bahwa kualitas masakan nya akan otentik cina. Begitu sampai kami langsung memesan bebek hongkong, siu may, ha kau, dan kaki ayam.

etalase bebek (dan Bimo)

decor rumah makan X

siu may X

ha kau X

kaki ayam X

bebek hong kong X

Long story short, makanannya mengecewakan. Saya bisa bercerita dari kulit kaki ayam yang kelewat kering, bebek yang dingin dan hambar, hingga peralatan makan yang tertutup oleh debu, tapi tidak usah lah. Cukup tahu saja bahwa saya tidak akan pernah makan di sana lagi.

Nah yang justru seru adalah cerita setelah ini. Berhubung tenggorokan ini merasa sangat kecewa dengan apa yang baru saja ditelannya, maka perut saya pun beraksi dan mengajak untuk makan (lagi), dengan menu yang sama! Ide liar ini langsung saya lontarkan ke Bimo dan akhirnya dia setuju juga untuk pergi makan dim sum lagi. Kami pun memutuskan untuk makan di Parsley jl.Solo, yang biasa saya sebut dengan Parsley Cina. Ini sudah sekian kalinya saya ke sana jadi saya sudah tahu kualitas dari dim sum nya yang shiok. Bahkan menurut saya dim sum nya lebih enak dibandingkan dengan dim sum sekaliber Hotel Quality. Dan masakan cinanya juga enak-enak. Masuk dan duduk, kami lagsung memesan menu yang sama dengan apa yang kami pesan di rumah makan sebelumnya; siu may, ha kau, dan kaki ayam.

 

ha kau Parsley
siu may Parsley
tim kaki ayam Parsley

dim sum set

sup wonton Parsley

Argh! kualitas dim sum di dua tempat ini bagaikan bumi dan langit. Padahal harganya hanya selisih 1500 perak! Ha kau di Parsley memiliki kulit yang lembut, dan tim kaki ayamnya memiliki kulit yang masih kenyal dan tidak kering. Pesanan tambahan berupa sup wonton juga sangat memuaskan; pangsit basah isi udang dengan kuah yang gurih menjadi hidangan tambahan yang pas. Shiok lah! Meskipun saya sadar ini adalah salah satu kebiasaan buruk saya dan sukses membuat saya bermasalah dengan berat badan (dan juga keungan), tetapi saya selalu tidak tahan untuk tidak makan sesuatu yang jauh lebih enak setelah memakan sesuatu yang tidak enak. Parsley telah sukses membersihkan palette saya.

Karena puas dengan dim sum dan sup yang dipesan, ditambah dengan jam yang sudah menunjukkan pukul 12 siang, akhirnya kami memutuskan untuk memesan lagi untuk makan siang. Kali ini kami memilih ayam goreng mentega dan baby buncis saus sechuan. Bahkan saking enaknya, baby buncis saus sechuan sudah habis duluan sebelum sempat saya foto.

ayam goreng mentega Parsley

Membandingkan kedua tempat ini dan menyatakannya sebagai sebuah pertarungan sebenarnya adalah sesuatu yang unnecessary; selisih harga di dua tempat ini tidak terlalu besar, namun kualitas yang ditawarkan berbeda sangat jauh. Tinggal menunggu waktu hingga rumah makan X hilang dari pasar. Supply creates it’s own demand. Saya kira pengusaha di Jogja sudah mulai menyadari bahwa konsumen memiliki ekspektasi yang sesuai dengan uang yang mereka keleuarkan. Dan ketika terdapat kompetitor lain yang mampu memberikan kualitas yang lebih dengan harga relatif yang sesuai, bersiaplah menerima hukum rimba.

Salut untuk Parsley Cina yang mampu menawarkan kualitas rasa dengan harga yang setara!

by Ian Prasetyo

Advertisements
  1. edaan!laper apa gimana tuh?!

  2. Hmm,, patut dicoba.. ^^

  3. Parsley sih emang jawara restonya,,belum pernah nemu makanan yg gak enak disana,,minimal lumayan..

  4. maem mu akeh yan…

  5. iaaaannn ini alamtnya parsley dmn?? pengen nyobaa ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: