thoughts on the appetizing food scene of Jogja

Little Gio’s Pasta

In Western on October 31, 2010 at 5:08 am

 

Ini bukan pertama kalinya saya ke Pasta Gio. Mungkin ini sudah yang ke 4 atau 5 –yang jelas alasan yang selalu mendorong saya untuk kembali ke sana adalah rasa penasaran. Dari sekian kali makan di sana saya selalu memperoleh kesan yang inkonsisten; kadang biasa saja, kadang kurang enak, dan kadang sangat enak. Alasan yang medasari saya untuk mengulas Pasta Gio kali ini adalah karena untuk kunjungan kali ini, akhirnya, Pasta Gio memberikan kepuasan yang teramat bagi perut saya.

Bagi yang belum familiar dengan Pasta Gio, warung makan ini –meskipun kadang saya merasa harganya bukanlah harga warung- terletak di daerah Sleman, arah selatan dari warung makan yang mungkin sudah lebih tersohor, Sapi Bali. Dari yang saya baca di internet, pemilik Pasta Gio adalah orang yang sama yang memiliki Sapi Bali dan Kepiting Dogen. Nah, menurut beberapa orang, yang menjadikan Pasta Gio ini spesial adalah chef-nya itu sendiri, the wonder boy Gio, anak dari sang pemilik yang katanya baru berusia 14 tahun.  Meskiun begitu pada kenyataannya, dalam mengeluarkan uang untuk makan yang, yang kita harapkan untuk menjadi pemuas adalah makanan itu sendiri; tidak peduli yang memasak adalah anak berumur 10 tahun ataupun kakek-kakek dengan kaos oblong putih berkeringat berumur 60 tahun yang mengaduk nasi goreng sembari mengusap kepala, there’s only good food, and bad food. Namun tetap saja saya tidak bisa menahan untuk melirik ke dapur melihat Gio beraksi dari meja saya.

Pasta Gio decor

the kitchen

Pada sore itu, sore biasa dengan sedikit gerimis hujan, beberapa hari sebelum hujan abu akibat meletusnya Gunung Merapi, saya mengajak 2 kawan saya, Wana dan Dini untuk ke sana. Hanya ada kami dan 3 orang pelanggan lainnya. Kami langsung duduk di bangku kayu dengan meja persegi yang –kalau saya boleh jujur- kelewat minimalis. Bukannya mau sok mengritik a la Frank Bruni, tapi dengan harga yang dipatok oleh Pasta Gio sebenarnya saya mengharapkan taplak meja yang tidak terbuat dari plastik hitam. Kadang saya merasa para pemilik rumah makan terlalu mengambil keuntungan dari fakta bahwa kita mengeluarkan uang dengan berekspektasi hanya pada makanannya. Kali ini saya memilih untuk memesan menu yang ada di papan: “Grilled Chicken Steak” served with green pasta, garlic banch, and mushroom cream sauce. Wana memesan Pan Fried Dhori Fish (Saya masih tidak paham mengapa mereka mengeja ‘dhori’ seperti itu) dan Dini –yang ketika meminta rekomendasi saya menjawab terserah saja- akhirnya saya cegah ketika hendak memesan lasagna dan akhirnya memesan fettucine carbonara.

Selang waktu yang tidak terlalu lama, makanan kami datang. Fettucine, Dhori Fish, lalu Grilled Chicken Steak. Secara visual Pasta Gio menyajikan makanan mereka dengan cukup menyenangkan, simpel. Dan yang paling menyenangkan, terutama bagi saya adalah porsinya yang cukup besar. Kalau boleh sedikit berdalih dengan mengambil quote dari idola saya Anthony Bourdain, pada kenyataannya hanya ada sekian kosa kata yang dapat kita gunakan untuk menggambarkan kelezatan sebuah makanan. Saya takut ketika saya menggunakan analogi rasa dari chicken steak dengan creamy mushroom sauce yang begitu lembut sungguh menggelitik lidah saya dengan sensasi yang menyenangkan anda justru menjadi jijik. Jadi to the point saja, grilled chicken steak: two thumbs up! Ayamnya matang dengan sempurna sehingga tidak keras, creamy mushroom sauce benar-benar creamy dan tidak encer dengan rasa yang komplementer terhadap ayam. Green pasta yang herbacious dengan rasa basil pesto yang tajam menjadi pelengkap yang sempurna. Fetucinne pesanan Dini juga enak, creamy, sedikit kental, dengan rasa keju yang cukup tajam. Yang di luar dugaan justru Dhori fish pesanan Wana; ikan nya sangat lembut dan cocok dengan creamy sauce nya. Entah kenapa bagi saya ikan dhori selalu identik dengan fish&chips (dengan tekstur batter nya yang khas) sehingga menu dhori fish Pasta Gio ini cukup mengesankan. Kami bertiga sepakat bahwa main course kunjungan Pasta Gio kali ini sangat memuaskan. Menurut saya -menilik kunjungan-kunjungan ke Pasta Gio sebelumnya- yang kurang memuaskan pada menu Pasta Gio ini adalah menu pasta dengan base tomato-sauce. Entah kenapa saya merasa tomato-sauce di sini terlalu biasa. Di luar itu –roast chicken, creamy spinach spaghetti, carbonara, semuanya enak.

grilled chicken steak

 

fettucine carbonara

pan fried dhori fish

Lalu setelah itu hidangan kita tutup dengan dessert American Chocolate Cake. Meskipun saya adalah chocolate whore sehingga apapun yang dilapisi cokelat menurut saya enak, tapi american chocolate cake milik Pasta Gio ini saya katakan sangat enak. Saya selalu menebak bahwa rhum yang diapakai dalam membuat cake ini cukup banyak sehingga menghasilkan aroma tajam yang menyenangkan. Entah ini benar atau salah. Yang jelas chocolate cake Pasta Gio selalu mengingatkan saya pada cokelat isi whiskey Jack D. yang pernah saya makan.

american chocolate cake

 

Sebagai kesimpulan, satu-satunya alasan yang akan saya berikan untuk mejawab pertanyaan mengapa Pasta Gio patut dikunjungi hanya satu: makanannya enak!

Mungkin fakta bahwa Gio masih berumur 14 tahun bla bla bla bagi orang lain sungguh mengesankan dan menambahkan nilai positif terhadap persepsi makanan. Namun saya lebih memilih untuk membayangkan dan menebak-nebak, jika Gio terus menekuni dunia memasak, mengasah skill, ditambah dengan belajar dari bertahun-tahun pengalaman, akan seperti apa masakan Gio 10 tahun dari sekarang? Meskipun saya hanya bisa berharap, tapi dengan kualitas masakannya sekarang yang sudah seperti ini, saya tidak sabar untuk segera menikmati masakan Gio, entah berada di restoran apa nanti, 10 tahun lagi.

Gio !

 

by Ian Prasetyo

Advertisements
  1. Wuah unik juga ni tempat makan,, nanya donks range harganya berapa yo?
    trus di daerah mana sih ni tepatnya?? hohohoo

  2. two thumbs up buat tulisannya! kali ini tulisannya terstruktur dan creamy =P

    dr smua yg sempat dicicip di pastagio, saya msh tetep vote american choco cake! smoga rhum buat cake tu halal.. amin.

  3. ahaaaaaaaaaa gila lo emang hedon abis. ngaku lagi miskin tapi makan di tempat gituan haha. umm. range 25k-30k?

    still normal for something delicious.

    ayo tuh cobain rekomendasi nasi merah di blog gue. naujubillah ramenya kalo minggu tapi emang jauhnya bisa bikin lo semaput duluan! haha

    ps. for mid exam, like what I’ve did: forget it!

  4. jadi pengen…saya suka sekali ame pasta gan

  5. cieee… blog baru!

    oke gan! segera masuk ke blogroll aku

    btw, beneran yang masak tu bocah??

  6. anyar to yan? marakke ngelih.
    *ngecek dompet, belum gajian, kayaknya masih lama sampe menuju sana.. sigh.

  7. marai ngelih tenan.

  8. ahahahahaha
    gio nya lucu
    ehehehe
    wah sayang yang waktu di Dogen nda foto2 ;D

  9. bikin laper ya..
    blognya asik banget! saya bakalan sering mampir

  10. udah kesana lagi blom? pindah kesebelahnya.. lebih luas 😉

  11. wah jadi pengen nyoba, tapi pertanyaan pertama yg langsung muncul tu “halal ga ya?”

    oiya…udah pernah ke Milas Vegetarian Resto belom Boss?
    Kira2 enakan mana ya….
    kaya’nya kudu ke Gio ni biar bisa ngebandingin

    ni sedikit gambaran buat Milas nya:
    http://anakkamera.posterous.com/milasvegetarian-resto

    • Kayaknya halal kok. Aku ga baca ada tulisan halal sih, tapi klo dari rasa dan ingredients yang dipakai, insyallah halal.

      Wah, jadi penasaran sama Milas. Habis liat di blog nya situ sama baca2 reference lain, kayakya tempatnya meyakinkan. walaupun aku nebak harganya pasti lumayan mahal. Jadi sasaran berikutnya deh!

  12. cream soup-nya juga enak..
    tapi rawan inkonsisten..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: